logo

logo
gunadarma

Selasa, 15 Februari 2011

TUGAS 1

PEREKONOMIAN INDONESIA TENTANG KEMISKINAN

I. Pendahuluan
Kemiskinan merupakan masalah multidimensi dan lintas sector yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, geografis, gender, dan kondisi lingkungan.
Sampai saat ini jumlah penduduk miskin di Indonesia masih besar. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2005 sebesar 35,1 juta jiwa atau 15,97 persen. Kondisi ini memburuk, pada tahun 2006, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 39,3 juta jiwa atau 17,75 persen. Salah satu penyebab meningkatnya jumlah penduduk miskin pada tahun 2006 adalah tingginya tingkat inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, berangsur-angsur kondisi ini terus membaik. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar 34,96 juta atau 15,42 persen. Jumlah penduduk miskin tersebut sudah berkurang sebesar 2,21 juta dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2007 yang berjumlah 37,17 juta atau 16,58 persen. Meskipun secara persentase telah terjadi penurunan, jumlah penduduk miskin yang ada masih harus terus diturunkan.Sehubungan dengan itu, diperlukan kerja keras untuk menanggulangi kemiskinan yang menjadi tanggung jawab bersama, baik instansi pemerintah pusat dan daerah, instansi swasta maupun masyarakat pada umumnya.
II. Masalah kemiskinan
Berbagai kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan sejak tahun 2005 hingga tahun 2008 senantiasa disempurnakan agar pengurangan angka kemiskinan dapat tercapai secara efektif. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dari tahun 2005—2008 adalah sebagai berikut:
1.Tingginya inflasi pada tahun 2005 yang mencapai 17 persen menyebabkan garis kemiskinan pada tahun 2006 naik secara signifikan sehingga meningkatkan jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan pada tahun tersebut.
2.Naiknya harga minyak dunia yang cukup besar telah mempersempit ruang gerak fiskal untuk melakukan ekspansi program pengentasan kemiskinan.
3.Rangkaian bencana alam di beberapa daerah mengakibatkan beralihnya fokus pelaksanaan program pembangunan dan pertumbuhan. Akibatnya, pelaksanaan program pengentasan kemiskinan menjadi tidak optimal.
4.Banyaknya program multisektor dan regional yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan, ternyata masih sangat sektoral dan kurang terintegrasi sehingga mengakibatkan rendahnya efektivitas dan efisiensi program tersebut.
5.Pemahaman dan kemampuan pemda untuk melakukan sinergi terhadap program masih beragam dan belum optimal sehingga penurunan kemiskinan belum signifikan.
6.Terbatasnya akses sumber pendanaan bagi masyarakat miskin dan masih rendahnya kapasitas serta produktivitas usaha untuk memperluas kesempatan kerja dan terciptanya kegiatan ekonomi bagi masyarakat/keluarga miskin.
Dari berbagai permasalahan tersebut, upaya penurunan tingkat kemiskinan sangat bergantung pada pelaksanaan dan pencapaian pembangunan di berbagai bidang. Oleh karena itu, agar pengurangan angka kemiskinan dapat tercapai, dibutuhkan sinergi dan koordinasi program-program pembangunan di berbagai sektor, terutama program yang menyumbang langsung pada penurunan kemiskinan.
III. Pengertian Kemiskinan
• Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002:3).
• Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non makanan, yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty threshold). Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara 2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan non-makanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya (BPS dan Depsos, 2002:4).
• Kemiskinan pada umumnya didefinisikan dari segi pendapatan dalam bentuk uang ditambah dengan keuntungan-keuntunan non-material yang diterima oleh seseorang. Secara luas kemiskinan meliputi kekurangan atau tidak memiliki pendidikan, keadaan kesehatan yang buruk, kekurangan transportasi yang dibutuhkan oleh masyarakat (SMERU dalam Suharto dkk, 2004).
• Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan (Depsos, 2001).
IV. Faktor-faktor Penyebab kemiskinan

• Ketidakmampuan mengelola sumber daya alam secara maksimal;
• Kebijakan ekonomi yang tidak berkomitmen terhadap penanggulangan kemiskinan dan semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi (trickle down effect tidak bekerja)
o Kesalahan mendasar dalam asumsi perekonomian Indonesia adalah pengangguran dan kemiskinan hanya mungkin diatasi jika ekonomi tumbuh minimal (misalnya) 6,5 %.
o Asusmsi demikian salah, karena:
o Yang dapat mengatasi pengangguran dan kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi yang melibatkan kegiatan ekonomi rakyat yang pelakunya adalah masyarakat miskin.
o Pengangguran dan kemiskinan adalah dua hal berbeda. Orang yang menganggur belum tentu miskin.
o Ilustrasi: 1 % pertumbuhan diasumsikan mampu menampung 200.000-400.000 tenaga kerja baru, maka pertumbuhan 6.5 % hanya mampu mempekerjakan 1,3 juta-2,6 juta tenaga kerja dan tidak ada jaminan bagi penduduk miskin yang mencapai puluhan juta jiwa.

SUMBER :WWW.GOOGLE.COM
TULISAN oleh : Afit Kurniawan

Senin, 03 Januari 2011

makalah bisnis online

Dunia Informasi Online dalam
Riset dan Pendidikan



Abstrak
Informasi dan ilmu pengetahuan sampai pada kita lewat berbagai jalan. Pada zaman dahulu, papirus,
batu tulis, tulang dan buku menjadi media utama tersampainya ilmu pengetahuan. Seiring dengan
majunya teknologi, dewasa ini informasi mengalami perubahan format ke dalam bentuk digital. Ide
yang dimuat dalam kertas mulai tergantikan menjadi versi elektronik. Kita memasuki era paperless.
Perubahan format ini membuka peluang besar bagi kemudahan akses informasi, apalagi dengan
membuatnya dapat diakses secara online. Dengan bermodal komputer, dewasa ini kita dapat
menjelajahi dunia cyber, yang kaya akan informasi. Berbagai penelitian berkesimpulan bahwa proses
meng-online-kan informasi ini merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pesatnya
pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata kunci : offline, online, digital, riset
1. Pendahuluan
Internet pada awalnya dikembangkan oleh AS sekitar tahun 1970, dan semula
dipergunakan terbatas untuk keperluan militer. Tiga dasa warsa berlalu. Dewasa ini di
negara maju, internet hampir menjadi kebutuhan primer. Layanan yang ditawarkan
internet pun semakin lengkap, komunikatif dan memanjakan konsumen. Teknologi
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang populer beberapa tahun belakangan
ini membuat internet menjadi barang yang tidak asing lagi di rumah-rumah, dan
semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses internet 24 jam.
Pada masa awal, pemakaian internet hanya terbatas untuk berkirim electronic mail.
WWW (World Wide Web) mulai populer digunakan sekitar awal tahun 90-an, dengan
memakai berbagai web browser seperti Netscape, Internet Explorer, dsb. Seiring dengan
perkembangan hardware maupun software yang pesat, materi yang disampaikan lewat
web pun mengalami perkembangan. Materi yang dimuat tidak terbatas berupa teks,
1 Disampaikan pada seminar “Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pendidikan
dan Bisnis”, 25 Agustus 2004, di aula SMA Negeri I Surakarta.
2
melainkan gambar, suara, video, streaming, hingga yang bersifat interaktif, seperti
chatting, video conference dsb. Hal ini dimungkinkan oleh kemajuan teknologi di
bidang hardware dan software. Sebagaimana yang diramalkan oleh Gordon Moore
(Moore’s Law), bahwa kemampuan komputer akan berlipat dua kali setiap 18 bulan.
Dapat dikatakan, informasi yang sampai kepada kita mengalami beberapa kali
perubahan format. Informasi dan ilmu pengetahuan yang semula didokumentasikan
pada papirus, tulisan pada batu, buku, dewasa ini telah banyak yang ditransfer ke dalam
bentuk digital. Tulisan ilmiah, skripsi, telah umum disimpan dalam format elektronik
(misalnya format Word, PDF, dsb.), pada disket, CD ROM atau pun DVD. Karena
bentuknya tipis, ringan, sangat mudah bagi kita untuk membawa informasi itu
kemana-mana. Selanjutnya kemajuan yang dicapai oleh teknologi internet membuat
informasi tersebut dapat ditampilkan di web, atau dikirim lewat email, sehingga dapat
diakses dari berbagai penjuru dunia. Syaratnya hanya satu: asal tersambung ke dunia
cyber.
Dengan demikian, alur penyampaian ilmu pengetahuan dewasa ini melewati beberapa
tahap : 1) mengubah format-nya dari buku ke dalam bentuk digital 2) mengirimkannya
dalam bentuk “bit”, deretan kode “0” dan “1”, lewat koneksi internet kepada berbagai
pihak, yang mungkin berada di manca negara. Kata kunci bagian akhir proses ini adalah
"online", yaitu tampilnya suatu informasi di dunia cyber, yang pada akhirnya turut
memberikan akselerasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
modern.
Makalah ini akan membahas kontribusi signifikan informasi online terhadap dunia
pendidikan dan penelitian. Pada bagian ke 2, akan dibahas proses perubahan informasi
ke arah digital, dan dilanjutkan dengan proses meng-online-kan informasi digital
tersebut, yang akan dibahas pada bagian ke-3. Pada bagian berikutnya, akan dibahas
pengaruh signifikan pada dunia pendidikan dan penelitian yang dipacu oleh terbuka
lebarnya akses informasi. Setelah membahas beberapa masalah yang dihadapi, bagian
terakhir merangkum point-point penting dalam makalah ini.
2. Informasi pada era digital
Dewasa ini hampir seluruh aspek kehidupan kita tersentuh oleh digital. Berbeda dengan
informasi analog yang sifatnya kontinyu, informasi digital dicirikan dari representasinya
3
dalam bentuk diskontinyu. Contoh yang paling mudah perubahan dari analog menjadi
digital adalah jam. Jam analog memiliki jarum yang berputar secara kontinyu, dapat
menunjukkan waktu pada resolusi berapa pun. Sedangkan jam digital hanya mampu
menunjukkan waktu-waktu pada ketelitian terbatas, misalnya pada satuan detik. Lagu
dan film yang dahulunya diabadikan dalam piring hitam atau pita kaset, dewasa ini
lazim disimpan dalam bentuk digital pada media CD atau DVD. Informasi digital
hampir tidak dapat terlepas lagi dari kehidupan kita sehari-hari [1]. Sebagaimana contoh
di atas, dewasa ini buku, data observasi dan dokumentasi penelitian juga telah lazim
ditransfer ke dalam bentuk digital.
Keuntungan informasi disajikan dalam bentuk digital antara lain sbb.
1. Kompresi data
Ini adalah kelebihan terbesar dari bentuk digital. Sebuah CD ROM yang
kapasitasnya 700 MB dapat memuat buku dengan ketebalan lebih dari 4 ribu
halaman. Dapat dibayangkan berapa besar tempat yang dapat dihemat oleh sebuah
perpustakaan, apabila literatur nya berupa file elektronik.
Contoh lain: portable harddisk Logitec LHD-PBA20U2 berukuran 7.6 x 1.5 x 13 cm,
berat sekitar 180 gram, kapasitas sekitar 20GB. Harddisk sebesar telapak tangan ini
dapat memuat buku lebih dari 100 ribu halaman dalam format pdf, atau kira-kira
sama dengan 151 jilid kamus bahasa Inggris-Indonesia, tiap jilid setebal 660
halaman, total berat 151 kg, yang kalau disusun berjajar membutuhkan ruang
sepanjang 6m.
2. Portabilitas
Data yang telah dikompresi akan berukuran jauh lebih kecil daripada aslinya. Akan
lebih ringan dan lebih mudah membawa sebuah CD ROM daripada membawa
informasi dalam bentuk buku. Pada ilustrasi di atas lebih mudah untuk membawa
hard disk portable Logitec yang beratnya hanya 180 gram dan bisa dimasukkan ke
saku, padahal isinya sama dengan buku dalam 1 almari di perpustakaan.
3. Mudah untuk di-edit, diolah dan ditransfer ke media lain
Di masa lampau kita memerlukan penghapus, stypo, tip ex, untuk melakukan
koreksi tulisan. Jika tulisan berada dalam format elektronik, kita akan sangat mudah
melakukan koreksi, menambahkan baris, mengatur lay out tulisan.
Proses transfer pun menjadi lebih mudah. Jika dahulu kita harus memakai mesin
fotocopy untuk membuat salinan suatu artikel atau buku, saat ini kita telah terbiasa
mengcopy dokumen dalam bentuk file elektronik ke dalam disket, atau ke dalam
harddisk komputer.
4
3. Dari Offline menuju Online
Berbagai macam kelebihan dapat kita peroleh jika informasi disajikan berupa digital.
Buku yang berjilid-jilid dapat disimpan dalam bentuk file yang cukup dimuat dalam
sekeping CD ROM. Proseding seminar yang dulu biasa dibagikan dalam bentuk cetak
dan beratnya kadang bisa sekitar 5 kg, saat ini lebih populer dibagikan dalam bentuk
CDROM. Akan tetapi informasi seperti ini masih tersedia dalam bentuk offline, yaitu
tidak terkoneksikan ke internet. Kalau ada kolega kita di kota lain yang memerlukan
data tersebut, mau tidak mau kita harus memakai jasa pos untuk mengirim CDROM
tersebut. Tidakkah ada jalan lain yang lebih mudah untuk mentransmisikan informasi
tersebut ?
Sebagaimana dijelaskan, kelebihan informasi digital adalah “kompresi” dan kemudahan
untuk ditransfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal
oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya
disebut dengan meng-upload. Cara seperti ini disebut membuatnya online di dunia cyber.
Pengiriman informasi dalam CD ROM yang tadinya harus dikirimkan lewat pos,
sekarang telah dapat dilakukan secara elektronik, sehingga jauh lebih cepat. Buku yang
berada di perpustakaan di Jepang, apabila dibuat dalam bentuk digital dan ditaruh di
harddisk komputer yang tersambung internet, dapat langsung dinikmati oleh pelajar dan
masyarakat di Indonesia. Saat saya masih mahasiswa, apabila membutuhkan suatu
artikel ilmiah yang ditulis oleh professor di AS, perlu memesan ke perpustakaan dan
harus menunggu, kadang berminggu-minggu, sampai artikel tersebut dapat diperoleh.
Saat ini proses mencari literatur menjadi jauh lebih mudah. Kita cukup online ke
internet, dan mendownload file tersebut dari situs yang menyediakan artikel yang
dimaksud. Kadang-kadang penulis artikel itu menaruh artikel di websitenya, agar
mudah diakses oleh peneliti lain.
Dengan kata lain, cara mengirimkan CDROM lewat pos adalah konvensional, yaitu
memindahkan “atom” dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan cara kedua dengan
mengonlinekan isi CDROM tersebut di internet, berarti mentransmisikan informasi
berupa bit dari satu terminal komputer ke yang lain. Secepat-cepatnya kita mengirim
barang, misalnya dengan Fedex atau EMS, dari Jepang ke Indonesia memerlukan waktu
sekitar tiga hari. Akan tetapi proses transmisi bit pada koneksi internet jauh lebih cepat.
Dari Indonesia kita dapat mendownload suatu file di perpustakaan digital di Amerika
5
hanya dalam satuan detik.
Dapat disimpulkan bahwa meng-online-kan suatu informasi berarti melakukan potong
kompas terhadap jarak dan waktu: dua buah dimensi yang selama ini sangat membatasi
aktivitas manusia. Informasi online membuat akses semakin luas, dan transfer informasi
semakin cepat dan akurat.
4. Akses informasi online dalam dunia penelitian dan pendidikan
Komunitas akademik dewasa ini telah terbiasa melakukan komunikasi lewat internet.
Diskusi, pengiriman artikel, pemesanan buku, pengiriman data observasi, dan berbagai
aktifitas lain dapat dilakukan dari sebuah PC yang terkoneksikan ke internet. Akses
informasi yang dapat dilakukan kapan saja, siapa saja, di mana saja ini, telah
memberikan kontribusi signifikan terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan.
Perpustakaan merupakan sumber literatur utama bagi seorang peneliti untuk mengikuti
perkembangan bidang yang ditekuninya. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk
membaca journal ilmiah, laporan penelitian, prosiding seminar, yang tersedia dalam
bentuk buku, disimpan di perpustakaan. Hal yang paling sulit adalah bagaimana
memilih informasi yang diperlukan di antara ribuan atau jutaan halaman yang tersedia,
padahal waktu yang ada sangat terbatas.
Masalah ini dapat dipecahkan apabila journal, laporan, buku dan informasi lain yang
dicari tersebut berada dalam format elektronik (misalnya format PDF, Word, postscript
dsb.), sehingga dapat diakses online melalui internet. Misalnya situs journal IEEE
(http://www.ieee.org), PubMed, dll. Dengan adanya sumber online, peneliti lebih mudah
mencari literatur dan informasi terbaru dalam bidangnya.
Ada layanan yang mempermudah memilih informasi online yang diperlukan, yaitu
searching engine di internet. Yang sangat populer adalah http://google.com dan
http://yahoo.com. Situs searching engine lain seperti http://vivisimo.com memiliki
kelebihan, dengan mengelompokkan hasil searching ke dalam beberapa group (cluster),
menurut kata kunci pada situs tersebut. Tersedianya informasi di internet dan semakin
canggihnya alat pencari membuat peneliti menjadi lebih cepat dalam mencari informasi
yang diperlukannya.
6
Apakah efek kemudahan mendapatkan informasi di intenet ? Salah satu penelitian
menarik dilakukan oleh Steve Lawrence, yang dimuat di journal penelitian terkemuka
Nature [2] memberikan kesimpulan bahwa frekuensi rujukan terhadap artikel yang
dimuat online (ditampilkan di internet), ternyata lebih banyak daripada artikel yang
dimuat secara offline (tidak ditampilkan di internet). Lawrence mengamati sekitar 120
ribu artikel ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan dari tahun 1989 sampai
2000. Data menunjukkan bahwa artikel yang ditampilkan secara online rata-rata 7.03
kali dijadikan rujukan oleh penelitian lain, sedangkan artikel offline hanya sekitar 2.74.
Fakta ini membuat Lawrence berkesimpulan, bahwa peningkatan kemampuan akses
terhadap suatu paper meningkatkan kesempatan bagi peneliti lain untuk menemukan
informasi yang diperlukan. Hal ini akan berdampak nyata pada berkembangnya suatu
disiplin ilmu.
Contoh lain adalah tersedianya data hasil observasi di internet agar dapat dimiliki
bersama. Misalnya sebagaimana yang lazim dilakukan dalam bidang bioinformatika.
Bioinformatika merupakan bidang baru yang merupakan perkawinan antara biologi dan
teknologi informasi. Dalam hal ini, istilah “teknologi informasi” tidak terbatas pada
internet saja, melainkan pada proses pengolahan informasi secara umum. Dengan
demikian aspek teknologi informasi dalam bioinformatika melibatkan juga teknologi
database, pattern recognition, softcomputing, expert system, kecerdasan buatan, dsb.
Dewasa ini, seiring dengan selesainya Human Genome Project, susunan DNA tubuh
manusia telah dapat dipetakan. Dalam era post genome project ini minat penelitian
ditujukan untuk menemukan fungsi dari gen pada tubuh manusia, dan aplikasinya pada
dunia medis. Misalnya pemilihan terapi penyakit yang tepat bagi individu, yang sering
disebut dengan tailormade medicine. Artikel ilmiah maupun data yang dipakai dalam
penelitian tsb. umumnya tersedia secara online, dan dapat diakses oleh peneliti yang lain.
Dengan demikian terbuka kesempatan bagi anggota komunitas bioinformatika yang lain
untuk membahas dan menganalisa data sesuai dengan spesialisasi masing-masing. Hal
ini turut mendorong ditemukannya metoda-metoda komputasi baru yang menjadi
feedback positif bagi peneliti tersebut.
Dari contoh-contoh di atas dapat dirangkumkan bahwa usaha meng-online-kan
informasi memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
1. Artikel ilmiah yang dimuat secara online, memiliki potensi akses yang lebih besar
dan lebih sering dipakai sebagai rujukan
2. Semakin luasnya kesempatan akses pada suatu informasi, pada gilirannya dapat
7
memberikan feedback positif bagi pemilik awal informasi tersebut
3. Data dan informasi yang dimuat secara online dapat membantu akselerasi
perkembangan suatu cabang ilmu pengetahuan baru.
5. Usaha yang dilakukan oleh komunitas TI Indonesia
Usaha meng-online-kan informasi penelitian ini tidak hanya dilakukan oleh negara maju.
Komunitas TI Indonesia tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi internet
untuk meng-online-kan informasi dalam dunia penelitian. Beberapa usaha yang telah
dilakukan antara lain:
1. Edukasi online
Aktifitas yang sering disebut dengan e-learning ini memanfaatkan internet sebagai
wahana belajar mengajar. Beberapa di antaranya adalah situs berita iptek
(http://beritaiptek.com) yang memuat berita ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
bahasa Indonesia, situs ilmukomputer.com yang mendapat penghargaan
internasional WSIS award dari PBB, dan situs-situs lain yang belakangan ini
semakin menjamur.
6. Masalah yang timbul saat meng-online-kan informasi
Semakin banyaknya informasi tersedia secara online, memberikan efek positif bagi
kegiatan bisnis, pendidikan dan penelitian. Namun hal ini tidak terlepas dari berbagai
kendala yang perlu diwaspadai oleh pengguna internet.
1. Sekuriti
Masalah utama pemakai internet adalah sekuriti. Serangan virus, spamming mail
merupakan ancaman pertama begitu kita online di internet. Virus dapat menghapus
data di hard disk, merusak file penelitian dan mencuri informasi pribadi.
2. Hak cipta
Tulisan ilmiah yang dibuat online seringkali dijiplak oleh pihak lain tanpa seijin
pemiliknya. Kalimat-kalimat pada suatu artikel dikutip tanpa menyebutkan referensi
asalnya. Ada juga pihak tak bertanggung jawab yang memakai material di internet,
tapi menghapus nama pengarangnya, atau sumber asli artikel tersebut. Seolah-olah
artikel itu adalah karyanya sendiri. Hal-hal ini dapat dikategorikan kejahatan
intelektual, dan merugikan penulis asli tulisan tersebut.
3. Kendala teknis untuk artikel yang hanya tersedia versi cetak
Tidak semua journal tersedia dalam bentuk elektronik. Terutama untuk artikel yang
diterbitkan sebelum tahun 1990, seringkali hanya tersedia versi cetak. Misalnya
journal ilmiah IEEE Trans. On Pattern Analysis and Machine Intelligence (PAMI),
kalau dilihat di situs http://www.computer.org/tpami hanya menyediakan versi
elektronik mulai tahun 1988. Artikel-artikel yang sudah tua juga masih tersedia
dalam wujud “atom”, yaitu berupa kertas. Tapi dewasa ini, sudah banyak dijual
scanner yang mampu men-scan satu halaman dokumen dalam waktu kurang dari 1
detik, dan langsung dikonversikan ke format PDF. Misalnya “ScanSnap” produk
Fujitsu, yang sudah termasuk di dalamnya software Adobe Acrobat untuk
mengkonversikan hasil scan ke dalam format PDF.
Selain masalah tersebut masih banyak hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam
meng-online-kan informasi. Resiko memang ada. Tapi hal itu memang harus kita lewati
untuk mencapai kemajuan. No risk, No gain.
9
7. Kesimpulan
Makalah ini membahas mengenai pengaruh positif dari informasi online. Berbagai
penelitian menunjukkan adanya kontribusi signifikan dari informasi online terhadap
akselerasi penelitian iptek. Hal ini ditunjukkan antara lain oleh tingginya frekuensi
rujukan paper ilmiah online dibandingkan paper yang tidak dapat diakses online,
cepatnya perkembangan bidang bioinformatika yang memanfaatkan internet secara
optimal untuk bertukar data dan hasil observasi. Walaupun pada pelaksanaannya masih
ada kelemahan dan kendala dalam hal sekuriti, hak cipta dll. tetapi proses
meng-online-kan informasi ini merupakan etape yang harus kita lalui untuk memajukan
pendidikan dan riset di Indonesia.



Nama;maretta fransiska br sinuraya
Kelas:1eb11
Npm:24210200

Sabtu, 27 November 2010

makalah franchising

MAKALAH FRANCHISING




I. Pengertian Leasing dan Franchise

A.LEASING

Adalah pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang – barang modal dengan pembayaran secara berkala oleh perusahaan yang menggunakan barang – barang modal tersebut, dan dapat dibeli atau memperpanjang jangka waktu berdasarkan nilai sisa
Beberapa pengertian sewa guna usaha atau dikenal dengan istilah Leasing antara lain:

a. The Equipment Leasing Association (ELA-UK)

Leasing adalah suatu kontrak antara lessor dengan lessee untuk penyewaan suatu jenis barang atau aset tertentu langsung, dari pabrik atau agen penjual oleh lessee. Hak kepemilikan barang itu tetap berada pada lessor. Lessee memiliki hak pakai atas barang tersebut dengan membayar sewa dengan jumlah dan jangka waktu yang telah ditetapkan..

b. Anembal and Isom

Dari segi pandangan hukum, kegiatan lessing memiliki 4 ciri, yaitu:
1). Perjanjian antara Lessor dengan pihak lessee.
2). Berdasarkan perjanjian lessing, lessor menggalihkan hak penggunaan barang kepada pihak lesse.
3). Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas penggunaan barang atau aset.
4). Lessee mengembalikan barang atau aset tersebut kepada lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomis barang tersebut.


B.FRANCHISE (WARALABA)

Adalah suatu kemitraan dimana pengusaha yang kuat ( mempunyai merek dagang ternama ) serta mempunyai rahasia dagang dan ingin mengembangkan usahanya.
Adalah merupakan salah satu bentuk format bisnis dimana pihak pertama yang disebut franchisor memberikan hak kepada pihak kedua yang disebut franchisee untuk mendistibusikan barang/jasa dalam lingkup area geografis dan periode waktu tertentu mempergunakan merek, logo, dan sistem operasi yang dimiliki dan dikembangkan oleh franchisor. Pemberian hak ini dituangkan dalam bentuk perjanjian waralaba (franchise agreement).

Pengertian franchise (dictionary of business terms):
1. Suatu izin yang diberikan oleh sebuah prusahaan (franshisor) kepada seorang atau kepada suatu perusahaan (franchisee) untuk mengoperasikan suatu retail, makanan atau supermarket dimana pihak franchisee setuju untuk menggunakan milik franchisor berupa nama, produk, servis, promosi, penjualan, distribusi, metode untuk display dll company support.
2. Hak untuk memasarkan barang-barang atau jasa perusahaan (co’s goods and services) dalam suatu wilayah tertentu, hak tersebut telah diberikan oleh perusahaan kepada seorang individu, kelompok individu, kelompok marketing, pengecer atau grosir.


III. Perbedaan dan Persamaan antara Leasing dan Franchise
Perbedaan – Perbedaannya
1. Subyek Perjanjian
•Leasing
Terdiri dari 3 pihak, yaitu:
1. Lesssor
2. Lessee
3. Supplier
4. Bank atau kreditur
•Franchise
Terdiri dari min. 2 pihak, yaitu:
1. Franchisor
2. Franchisee
Objek PerjanjiaN
•Leasing
Barang modal, barupa barang bergerak atau barang tidak bergerak.
•Franchise
Paket Usaha yaitu kerjasama pengelolaan unit usaha tertentu

1. Tujuan
•Leasing
Tidak bertujuan untuk memiliki barang yang menjadi objek leasing
Karena pada akhir perjanjian tergantung apakah lesse dalam menentukan hak optsi akan membeli, memperpanjang atau mengembalikan sisa objek leasing.
•Franchise
Tujuannya adalah memakai dan menjual produk, untuk memperoleh keuntungan, kerjasama dan mengembangkan usaha

1. Kedudukan Para Pihak
•Leasing
a. Lessor, berkedudukan sebagai pihak penyadia dana (financiers) yang membiayai pembalian barang modal lesee.
b. Lesse, berkedudukan sebagai pihak yang membutuhkan barang modal, dan memperoleh pembiayaan atas barang modal itu dari lessor
c. Supplier, sebagai penjual atau penyedia barang modal yang menjadi obyek leasing.
d. Bank atau Kreditur, sebagai penyadia dana kepada Lessor, tidak menutup kemungkinan supplier menerima kredit dari bank
•Franchise
a. Franchisor, sebagai pihak yang memberikan franchise
b. Franshisee,
merupakan pihak yang diberikan/ menerima franshise tersebut



1. Jangka Waktu
•Leasing
Jangka waktu Leasing ditentukan berdasarkan umur kegunaan (nilai guna) barang yang disepakati dan imbalan jasa disesuaikan dengan hasil usaha lessee yang diperkirakan oleh lessor.
•Franchise
Jangka waktu franchise ditentukan berdasarkan berapa lama waktu kontrak pengelolaan unit usaha yang disepakati oleh piha Franchisor dan Franchisee.


1. Metode
•Leasing
Merupakan metode pembiayaan, yaitu Lembaga Keuangan bukan Bank.
•Franchise
Merupakan Kerjasama antara pemilik unit usaha tertentu yang mempunyai merk dagang ternama dengan pengusaha lain.


1.Resiko
•Leasing
Seluruh resiko termasuk kewajiban pemeliharaan menjadi kewajiban leesee.
•Franchise
Resiko ditanggung secara bersama – sama karana apabila terjadi sesuatu hal pada Franchisor atau franchisee maka akan berdampak pada kedua – duanya



1. Imbalan jasa
•Leasing
Lessor memperoleh uang sewa dan bunga apabila leesee terlambat membayar biaya angsuran
•Franchise
Franchisor menerima royalty dan fee dari Franchisee.



9. Akhir perjanjian
•Leasing
Adanya Hak Opsi
•Franchise
Dapat memilih meneruskan kontrak atau tidak apabila masa kontrak dalam perjanjian habis



Persamaannya

1. Leasing dan Franchise adalah Perjanjian – perjanjian yang berkembang di luar KUH Perdata.

2. Dalam Leasing dan Franchise dasar hukumnya adalah sama – sama Perjanjian

Dalam Pasal 1338 KUH Perdata dikenal adanya azas ”Kebebasan Berkontrak” yang maksudnya para pihak bebas melakukan Kontrak apapun asalkan tidak bertentangan dengan Undang – Undang kesusilaan dan ketertiban Umum, sertaa perjanjian yang dibuat mempunyai kekuatan hukum sebagai Undang Undang.

3. Leasing dan Franchise sama – sama memiliki masa kontrak dalam perjanjian.

4. Leasing dan Franchise adalah bentuk perjanjian dalam bisnis yang berkembang di dalam masyarakat.


I. KESIMPULAN

Leasing adalah Lembaga keuangan bukan bank yang mempunyai kegiatan utama menghimpun dana secara tidak langsung dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

Franchise adalah hubungan kemitraan antara usahawan yang usahanya kuat dan sukses (mempunyai merek dagang ternama) dengan usahawan yang relative baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan memperluas usahanya dan saling menguntungkan, khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen.

Franchise dan Leasing mempunyai banyak perbedaan dan mempunyai kesamaan yaitu sama – sama bentuk perjanjian yang berada di luar KUH Perdata dan dalam bisnis yang berkembang mengikuti kemajuan masyarakat.

Dalam perkembangannya di masyarakat Leasing dan Franchise banyak digunakan.

Leasing berperan penting dalam masyarakat terutama untuk masyarakat yang tidak mempunyai cukup kemampuan financial dalam memiliki barang – barang modal, tetapi dalam Leasing pihak yang diuntungkan adalah Lessor karena menggunakan Perjanjian Baku yang harus ditaati oleh Lessee, seringkali Lessor menggunakan Perjanjian tambahan yang untuk melindungi kepentingannya, perusahaan leasing biasanya mengambil jalan pintas dengan membuat surat perjanjian tambahan yang dipisahkan dari klausul baku (perjanjian, kontrak, akad kredit, dsb.) yang disepakati. Dalam perjanjian tambahan tersebut, biasanya tercantum pasal bahwa pengguna jasa bersedia menyerahkan kembali kendaraannya jika dalam waktu tertentu tidak bisa memenuhi kewajibannya membayar kredit. Dalam UUPK dicantumkan secara jelas, bahwa dalam klausul baku dilarang membuat pengaturan tambahan, pengubahan, dan lainnya yang dibuat secara terpisah. Dan pelanggaran tersebut bisa mendapat ancaman sanksi berupa denda sebesar Rp 2 miliar.

Franchise sangat membantu para pelaku usaha yang baru memulai ataupun baru terjun ke dalam bidang usaha tersebut karena didalamnya sudah terdapat sistem dan para Franchisee tinggal menjalankan usaha tersebut sesuai dengan sistem sehingga dapat memperolah keuntungan. Franchisee tidak perlu khawatir karena sistem yang dipergunakan sudah teruji sebelumnya.



DAFTAR PUSTAKA

Y. Sr i Susilo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Penerbit Salemba
Empat, Jakarta:2000

Harian Pikiran Rakyat, “Perusahaan sering ambil jalan pintas. Meningkat, Pengaduan Konsumen Leasing”

S. Muharam, SMfr@nchise, Istilah – Istilah dalam Waralaba, Oktober:2002
http://www.smfranchise.com

Herna Jacqueline Pardede LLB, LLM Bussiness Relationship Tips.
http://hometown.aol.com/hernafamous/franchise.htm




NAMA :MARETTA FRANSISKA
KELAS:1EB11
NPM :24210200

Sabtu, 30 Oktober 2010

ILAB GUNADARMA

ILAB UNIVERSITAS GUNADARMA

A. Tentang situs ILAB

ILAB adalah Praktikan berupa mengerjakan praktikum secara mandiri, tidak ada asisten praktikum seperti di laboratorium reguler lainnya yang biasanya diminta membantu para praktikan jika ada kesulitan. Semua perintah, langkah-langkah pengerjaan praktikum, dan permintaan jawaban atas suatu persoalan yang berkaitan dengan praktikumnya, dapat dilakukan melalui terminalnya masing-masing.

B. Fitur-Fitur Situs ILAB
-ILAB adalah tampilan menu yang memberikan informasi mengenai pengenalan ilab,tata tertib yang meliputi peraturan memasuki ruangan ilab,tata tertib berpakaian dan prosedur keikutsertaan praktikum

-PRAKTIKUM adalah tampilan mengenai Tutorial Praktikum (pra praktikum,login,pretest,lab activity,post test,ubah jadwal,logout) dan modul praktikum (lab SI,lab TI,lab Akuntansi dan Manajemen)

-ADMINISTRASI adalah tampilan mengenai download jadwal(skema jadwal,jadwal perkelas dan no praktikum) dan sistem penjadwalan praktikum (tata tertib penjadwalan,sistem penjadwalan,praktikum pengganti,sesi praktikum,dan keterlambatan)

-REGISTRASI KELAS adalah layanan bagi mahasiswa baru untuk registrasi ilab dan mencetak kartu praktikum)

C. Kelebihan dan kekurangan ILAB

-Kelebihan Ilab adalah kita dapat belajar untuk melatih praktikum secara mandiri,menambah pengetahuan mengenai ilmu komputer

-Kekurangan Ilab adalah ketika banyak pengguna mengunjungi situs ini overload dan terkadang eror jika terjadi kesalahan koneksi.

D. URL:www.ilab.gunadarma.ac.id

Senin, 25 Oktober 2010

tugas pengantar bisnis


BISNIS ADALAH DUNIAKU

1.PENGERTIAN BISNIS
Bisnis adalah semua kegiatan yang mencangkup menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh orang atau dapat dikatakan bisnis di masyarakat untuk menyediakan barang dan jasa untuk tujuan mencari keuntungan.
A.BEBERAPA DEFINISI BISNIS MENURUT PARA AHLI
 a.  Mahmud Machfoedz
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu : 1. Sumber daya materi
2. sumber daya manusia
3. sumber daya keuangan
4. sumber daya informasi
Sifat Perusahaan
Perusahaan bersifat dinamis, mengalami kemajuan atau kemunduran pada saat bergerak melalui siklus hidupnya. perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk menghadapinya.

Kegiatan bisnis yang tidak mengambil keuntungan adalah bisnis yang dilakukan oleh kantor dinas pemerintah,rumah sakit,dll.
Jadi bisnis merupakan suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Oleh sebab itu kita sangat perlu belajar bisnis karena dunia bisnis sangat mempengaruhi kehidupan semua orang,semua orang,ingin tau dan terlibat dalam kegiatan bisnis.

B.TUJUAN BERBISNIS
Tujuan utama berbisnis adalah mencari keuntungan,mengejar pertumbuhan,meningkatkan efisiensial dan melindungi masyarakat.
Setiap Bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. 4 faktor produksi dalam perusahaan :
1. Sumber Daya Alam
2. Sumber Daya Manusia
3. Modal dan
4. Informasi

  a.tujuan berbisnis menurut para ahli

1. Brown dan Petrello (1976)
“Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
2.Steinford ( 1979)
“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
3.Griffin dan ebert (1996)
“Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.
4.Hughes dan Kapoor
“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.
5.Allan Afuah (2004)
Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.
6.Glos, Steade dan Lowry (1996)
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.
7.Musselman dan Jackson (1992)
Suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
Persamaan dan Perbedaan yang terdapat dalam Definisi
Persamaan
Pada umumya definisi bisnis yang dikutip oleh para ahli bisnis cenderung sama yakni bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dan bertujuan menghasilkan profit (laba), yang kemudian laba tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.
Perbedaan
Perbedaan definisi yang dikutip para ahli bisnis tidak begitu menonjol. hanya terdapat perbedaan dalam kutipan “Hughes dan Kapoor” dengan yang lain terdapat pernyataan “orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko artinya bisnis itu mengandung resiko yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis tersebut yakni laba atau rugi
dalam menjalankan sebuah bisnis, hal yang paling sering terlintas dalam benak kebanyakan orang adalah keuntungan (profit). Profit merupakan hal mendasar dari setiap aktivitas niaga sehingga wajar jika setiap orang menginginkannya.
Namun demikian, kita patut memikirkan kembali pandangan kita terhadap profit itu sendiri. Apakah profit menjadi tujuan kita berbisnis? Atau profit merupakan efek dari aktivitas bisnis?
Profit layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi bisa memotivasi kita untuk lebih kreatif dan efisien, tapi di sisi lain bisa menjebak para pelaku bisnis ke dalam dimensi keserakahan.
Rasanya cukup adil jika saya bilang dari semua peraturan dan perundangan niaga yang ada, sedikit banyak, ditujukkan untuk mengendalikan nafsu para pelaku bisnis untuk tidak mengeksploitasi segala kemungkinan demi kepentingan profit semata.
Bagi usaha kecil sendiri, profit tetap harus menjadi salah satu target pencapaian, namun bukan untuk dijadikan sebuah tujuan dalam berbisnis. Mengapa? Karena ketika profit diposisikan sebagai tujuan, maka bisnis tersebut menjadi rentan terhadap godaan-godaan yang mengajak kita untuk mengkesampingkan nilai-nilai keadilan dan prinsip saling menguntungkan antara produsen dan konsumen. Dalam arti lain, kita mudah untuk jadi serakah.
Lalu apa yang sebaiknya dijadikan tujuan?
Dengan jumlah kompetitor yang semakin banyak dan variasi produk yang mirip-mirip (contoh bisnis pakaian), pelaku usaha kecil dipaksa untuk bertindak lebih dari sekedar menjajakan dagangannya, yaitu dengan mengedepankan pelayanan. Hal ini penting, karena sekarang konsumen semakin kritis dan mempunyai keleluasaan lebih untuk memilih. Mereka juga semakin sadar akan hak-hak mereka sehingga kita dituntut untuk menerapkan prinsip saling menguntungkan.
Saya berpendapat, sebagus apapun produk kita dan semenarik apapun promosi yang kita lakukan, pada akhirnya, penjualan akan ditentukan oleh seberapa baik layanan yang kita berikan kepada calon pembeli. 
Mengacu pada kondisi di atas, maka sudah selayaknya tidak menempatkan profit sebagai tujuan berbisnis, tapi melayani sebagai tujuan kita. Dengan pelayanan yang baik, konsumen akan merasa diihargai kepentingannya dan mempunyai persepsi positif terhadap bisnis kita. Konsumen yang merasa dihargai berpotensi untuk menjadi pembeli yang loyal dan dengan sukarela mempromosikan bisnis kita ke orang lain. Kalau sudah begini, maka profitpun akan datang dengan sendirinya.
Semua orang yang berbisnis akan mengharapkan profit. Namun kalau kita memposisikan profit sebagai tujuan bisnis, maka usaha yang kita jalani akan rentan terhadap godaan keserakahan. Dengan persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk bertindak lebih dari sekedar menjajakan dagangannya. Dan untuk usaha kecil, ini berarti mengedepankan pelayanan kita.
Sambil terus menjaga kualitas produk, pelayanan yang baik akan menciptakan citra positif dan menumbuhkan bibit-bibit loyalitas konsumen. Kalau sudah begini, profit akan datang dengan sendirinya, sehingga memposisikan profit sebagai tujuan bisnis menjadi tidak relevan lagi.
C.ETIKA BERBISNIS
a.Pengertian etika
etika memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran ,pandangan mengenai baik buruk.
Etika mau mengerti mengapa kita mengambil sikap yang bertangung jawab dalam kehidupan dengan berbagai pandangan mengenai Negara atau dasar apa kita harus hidup menurut norma tertentu.karna itulah etika juga dibutuhkan dalam berbisnis,etika bisnis ada juga yang dikodifikasikan dalam mode etika bisnis,yakni kewajiban yang mengikat para pelaku bisnis dalam memperaktekkan
Kode etika ditetapkan oleh para pelaku bisnis itu sendiri.banyak kebiasaan bisnis dikodifikasi dalam peraturan perundang undangan,hal ini berlaku dalam satu Negara tertentu.tetapi adakalanya biasa berlaku secara internasional,antar bangsa yang sudah bertindak di luar batas negaranya.



Nama     :maretta fransiska
Kls          :1EBII
Npm       :24210200









Sabtu, 23 Oktober 2010

puisi



Nyanyian Sahabat

persahabatan adalah hidup
ia mengalir di darahku
bergetar di nadiku
berirama dengan tiap detak jantung

persahabatan adalah kokoh
setegar batu karang
seperti tembok cina
meski raga tumbang
ia akan selalu tegak dalam dada yang memendam langit

nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk
untuk kebahagiaan yang belum lama kau rasakan
dari luka yang panjang

nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap langkah yang kau jejakkan
pada jalan-jalan takdir yang menggurat di telapak kaki
untuk kebersamaan kita di detik terakhir
dan untuk semua kebisingan ini

persahabatan adalah nyanyian
ia mengaun dalam setiap desah nafasku